Bahasa Pemrograman Arduino Berbasis C

Struktur dasar bahasa C dalam pemrograman Arduino sangatlah mudah dipahami dan sederhana. bahasa C pada yang digunakan pada software IDE Arduino program tadi terdiri dari dua bagian inti dua jenis fungsi yaitu fungsi untuk melakukan deklarasi persiapan (setup()) dan fungsi utama untuk wadah pelaksanaan proses (loop()).
Bahasa Pemrograman Arduino Basis C

Mungkin sobat weonesite pernah mendengar atau bahkan familiar dengan beberapa bahasa Pemrograman Misal : bahasa C Java Css Html dll. Pada saat awal belajar bahasa Pemrograman dasar saya pernah berfikir bahasa Pemrograman apakah yang terbaik? walaupun pertanyaan tadi tidak pernah saya ungkapkan di depan umum. setelah mencoba memplajari bahasa Pemrograman Saya sendiri sebagai Owner Weonesite.online menyimpulkan bahwa semua bahasa Pemrograman memiliki keunggulan dan kekurangan masing-masing  hal ini kembali terhadap diri kita pribadi ingin membuat program dengan maksud kegunaan dan tujuan apa. misal penggunaan sensor pada Arduino.
Table of Contents


Kenapa memilih bahasa c untuk Pemrograman Arduino?

kenapa memilih bahasa c untuk pemrograman arduio?

Setiap orang tentu memiliki alasan dalam memilih bahasa pemrograman Dilihat dari segi tujuan-nya program pada arduino merupakan penyederhanaan dari bahasa C sehingga sangatlah tepat bagi kita untuk menggunakan Bahasa Basis C dalam pembuatan program arduino. berbeda dari bahasa Pemrograman lain Bahasa C lebih sering dipakai untuk pengembangan software maupun pengecekan stabilitas Hardware arsitektur komputer hal ini menandakan bahwa bahasa Pemrograman berbasis C sangat familiar dengan Compiler microcontroller seperti board Arduino.
Contoh sederhana program Arduino  dasar :
Void setup () {
PinMode (0, OUTPUT);
}
Void loop (){
digitalwrite (0,HIGH);
}
pada contoh diatas dapat kita gambarkan bahwa Setup () adalah persiapan sebelum memproses program bahasa c yang ingin kita upload ke board arduino.
sedangkan Loop () memiliki fungsi dasar sebagai wadah  program yang akan yang akan kita di proses di arduino. dengan kata lain Fungsi Setup() digunakan untuk mendefinisikan Variabel yang akan digunakan dalam program. Fungsi ini berjalan pertama kali ketika program dijalankan, selanjutnya terdapat loop() adalah program utama atau inti dari arduino yang dijalankan secara terus menerus baik dalam pembacaan input maupun pengaktifan output. Program ini adalah  inti dari semua program dalam Arduino.

Fungsi-fungsi dasar pada bahasa C pemrograman Arduino :

1.  fungi setup () pada arduino

dipanggil ketika program dijalankan berfungsi untuk inisialisasi mode pin sebagai input atau  output dan inisialisasi serial. Fungsi ini harus ada meski tidak ada instruksi yang ditulis pada program arduino, Contoh :
Void setup () {
PinMode (pin, OUTPUT);  // menginisiasi pin sebagai output
}

2. Loop () program utama arduino

Setelah memanggil fungsi Setup (), program yang berada dalam fungsi loop () akan di jalankan secara terus menerus.
Contoh :

Void loop () {
digitalWrite (pin,HIGH); //menyalakan output pada 'pin'
delay (100); //memberi jumlah Delay (jeda)
digitalWrite (pin,LOW); // menonaktifkan output pada 'pin'
delay (100); //memberi Delay (jeda) ke 2
}

3. Function bahasa c Program Arduino

Function (fungsi) adalah sekumpulan blok instruksi yang memiliki nama sendiri dan blog instruksi ini akan dieksekusi ketika fungsi ini dipanggil. Penulisan fungsi harus didahului dengan tipe fungsi setelah itu nama fungsi dan kemudian parameternya, bila tidak ada nilai yang dihasilkan dari fungsi tersebut, tipe fungsi adalah void ().
Contoh:
Fungsi dengan nama nama delayVal() untuk menentukan nilai delay dalam program membaca nilai tolak ukur potensi. Dengan mendeklarasikan i, i adalah nilai variabel yang membaca nilai potensi yang memiliki nilai antara 0 sampai 1023 kemudian dibagi 4 sehingga nilai i antara 0 sampai 255 kemudian nilai v dikirim ke program utama / program pemanggil. Contoh :
Int delayVal () {
int i; // membuat variabel i
i = analogRead (pot) ; //membaca nilai tolak ukur potensi
i/=4; // i dibagi 4 sehingga nilai nya menjadi 0-255
return i; // mengembalikan nilai dari i
}

4. {} Kurung kurawal

Kurung kurawal berfungsi untuk mengawali dan mengakhiri sebuah fungsi blok instruksi seperti loop (), void() dan instruksi for dan if.
Contoh :
Int b() {
b=0; // menjadikan nilai b=0
}

5. ; Titik koma

Digunakan sebagai tanda akhir sebuah instruksi.
Contoh :
Int i = 12; // mendefinisikan Variabel i sebagai int (integer) dengan nilai 12

6./*.....*/ Blok komentar penanda di program arduino

Fungsi dari blok komentar adalah untuk memberi komentar atau penanda pada program yang memiliki baris lebih dari satu, biasanya digunakan untuk memudahkan memahami program yang dibuat.
Contoh :
/* Ini adalah blok komen agar lebih mudah memahami program dengan beberapa baris program arduino */

7. Komentar Baris penanda perbaris arduino

digunakan untuk memberi komentar atau penanda per baris program seperti halnya block komentar blog baris tidak akan menghabiskan memori perbedaan blok komentar dan komentar baris ialah blok komentar digunakan untuk menandai program yang memiliki lebih dari 1 baris komentar baris tidak harus ditutup beda dengan blok Komentar.
Contoh :
// Ini adalah komentar baris memberi tanda komentar per baris program sehingga mudah dipahami

variabel pada bahasa c

variabel adalah ekspresi yang digunakan untuk mewakili suatu nilai program. suatu variabel akan menampung nilai sesuai dengan definisi yang telah dibuat.

Contoh :
// Variabel i akan menampung nilai input analog pada pin A0.
Int i = 0; // mendefinisikan Variabel i bertipe integer
//i akan menampung data yang dibaca oleh pin A0
i = analogRead (A0);

Variabel perlu didefinisikan terlebih dahulu sebelum digunakan. Variabel  didefinisikan sesuai tipe data yang nilainya seperti int, float, long dll. variabel hanya perlu didefinisikan satu kali saja tetapi nilainya dapat diubah sesuai dengan kebutuhan melalui perhitungan maupun program.
Contoh mendefinisikan Variabel "i" dengan nilai awal 12 dan tipe data integer.
Int i = 12: // variabel x bertipe data integer dengan nilai awal 12

Variabel global pada program  arduino

Variabel global adalah variabel yang dapat digunakan oleh semua fungsi dan instruksi dalam program Arduino. variabel ini didefinisikan pada awal program Arduino sebelum fungsi setup ( ). 

variabel lokal program arduino

adalah variabel yang didefinisikan dalam suatu fungsi atau di dalam fungsi loop. Variabel ini hanya dapat dilihat dan digunakan di dalam fungsi tersebut. sebaiknya menggunakan nama variabel yang berbeda walaupun dalam fungsi yang berbeda untuk menghindari nilai yang bertumpuk (stack).

perbedaan variabel global variabel  lokal bahasa c program arduino

perbedaan yang paling mendasar pada ke-2 variabel tersebut terletak pada hak akse nya yang mana variabel global dapat diakses oleh semua fungsi sedangkan varibel lokal hanya bisa diakses oleh fungsi yang berada dalam fungsi tersebut.

Array pada bahasa c program Arduino

Selain dalam bahasa C kita dapat menemukan istilah Array pada bahasa pemrograman lain misalkan pada java. Array dalam bahasa C adalah sekumpulan nilai yang diakses dengan nomor indeks pada pada program Arduino. Setiap nilai array dapat dipanggil dengan memanggil nama deklarasi array dan nomor indeks dari nilai tersebut. Nomor indeks dimulai dari 0 (nol). Variabel array harus dideklarasikan sebelum dapat digunakan  untuk mendeklarasikan array harus menyatakan tipe dan ukuran array kemudian memberikan nilai pada posisi indeks.
Contoh
// Mendeklarasikan array integer 6 dengan nomor indeks 6
Int myArray [5];
myArray [3] = 10; // memberikan nilai indeks tempat dengan nilai 10.
Untuk mengambil nilai dari Array dengan menuliskan nama variabel array dan posisi nomor indeks.
Contoh :
x = myArray [3]; // x  sekarang sama dengan 10
array sering digunakan pada program loop dan sering dikombinasikan dengan suatu counter yang digunakan sebagai penunjuk posisi index untuk setiap nilai array.
Contoh :
Menggunakan array yang memiliki nilai yang berbeda-beda dan mengirimkannya sebagai nilai PWM pada pin 10 dengan menggunakan counter.

color: red; Int ledPin = 10; //LED pada pin 10
//array 8 nilai
byte Flicker [] = {180, 30, 255, 200, 10, 90, 150, 60};
Void setup () {
PinMode (ledPin, OUTPUT); // set pin output
}
Void loop () {
For (int i = 0 i <9; i++ // loop sama dengan jumlah nilai dalam array
{
analogWrite (ledPin, Flicker [i]): // mengirim nilai indeks ke LED
delay (200); //jeda 200ms
}
}
Cukup sekian artikel tentang Bahasa Pemrograman Arduino Berbasis C semoga bisa dipahami secara mudah baik dari segi bahasa c maupun program pada Arduino
semoga bisa memberi menfaat...

No comments:

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Meta Propeller atas artikel

cara mudah turial kode Java blog website grafika komputer jaringan komputer dan Arduino

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel